Wapres: Masa Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kelaparan di Papua Ditambah Jadi 2 Minggu : Okezone Nasional

Uncategorized79 Dilihat

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan masa tanggap darurat bencana kekeringan dan kelaparan yang melanda Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah ditambah menjadi 2 minggu.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 7.500 orang mengungsi akibat kekeringan dan 6 orang meninggal dunia. Wapres juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Wakapolri Komjen Agus Andrianto, pejabat BNPB, juga Bulog.

“Saya sama pak Menko Polhukam, pak Panglima TNI, pak Wakapolri, BNPB, dan dari Bulog untuk mengevaluasi keadaan di Papua. Seperti diketahui bahwa sudah terjadi kekeringan di sana dan cuaca ekstrem, dan yang meninggal itu bukan karena kelaparan, tetapi karena diare dan karena cuaca,” ungkap Wapres di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).

Wapres mengatakan masa tanggap darurat sebelumnya hanya ditetapkan selama satu minggu, kini ditambah menjadi 2 minggu. Kedepan, akan dilakukan evaluasi lagi mengenai masa tanggap daruratnya.

“Sekarang ada tanggap masa darurat yang ditetapkan satu minggu, kami sepakat ini akan ditambah, kami sepakat ditambah menjadi 2 minggu. Itu yang pertama nanti kami evaluasi lagi,” tegas Wapres.

Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa pengiriman bantuan telah dilakukan untuk tindak lanjut kejadian kekeringan dan kelaparan di Papua. “Secara umum sekarang sudah dilakukan pengiriman [bantuan] ke sana dan sudah sampai.”


Baca Juga: Balkon Fest Gelaran Pesta Rakyat untuk Warga Wringinputih


Follow Berita Okezone di Google News


Wapres pun mengatakan pengiriman bantuan terkendala akses cuaca dan akses.

Baca Juga  Cari Kerja Susah, Bahlil Sarankan Mahasiswa Jadi Pengusaha : Okezone Economy

“Tetapi memang ada masalah yang dihadapi. Pertama, soal kendala cuaca ini sebenarnya semua logistik sudah tersedia [untuk dikirimkan] tetapi ada masalah cuaca dan kedua itu distribusi dari tempat pengiriman pertama ke daerah-daerah itu tidak ada akses, sehingga harus dipanggul ya? Dipanggul ya? Jadi itu persoalan.”

“Kedua, soal kesehatan nanti kesehatan supaya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan pertama untuk kelompok rentan orang tua dan anak-anak serta kami mengantisipasi sampai hari ini baru satu daerah yang kami antisipasi, tetapi saya juga minta antisipasi daerah-daerah lain. Sehingga apabila terjadi [kejadian serupa] kami sudah siap. Saya kira itu,” tandasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *