Korban Pertempuran Dahsyat di Tripoli Bertambah, Setidaknya 55 Orang Tewas : Okezone News

TRIPOLI – Seorang komandan faksi Libya yang penangkapannya memicu pertempuran terburuk di Tripoli selama bertahun-tahun, telah dikembalikan ke unitnya pada Rabu, (16/8/2023), kata organisasi itu. Laporan terakhir menyebutkan 55 korban tewas dan 155 lainnya luka-luka dalam pertempuran terbaru ini.




Mahmoud Hamza, kepala Brigade 444 yang kuat, ditangkap oleh Pasukan Pencegahan Khusus (SDF) pada Senin, (14/8/2023) ketika dia mencoba melakukan perjalanan dari bandara Mitiga Tripoli, yang dikendalikan oleh SDF.

Di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh para tetua kota, SDF pada Selasa, (15/8/2023) malam, Hamza diserahkan kefaksi ketiga, Aparat Pendukung Stabilisasi (SSA). Kelompok itu membebaskan Hamza ke Brigade 444 pada Rabu malam, kata dua pejabat brigade itu kepada Reuters.

Gambar yang dikirim oleh salah satu petugas Brigade 444 menunjukkan Hamzah dengan seragamnya memeluk sesama pejuang sekembalinya. Anggota pasukan menembakkan senjata ke udara pada Rabu malam saat berita tentang pembebasannya dilaporkan.

Baca Juga: Dorong Desa Wisata, Pertamina Luncurkan Wajah Baru Balkondes Wringinputih


Follow Berita Okezone di Google News


Pertempuran pecah antara SDF dan Brigade 444 di ibu kota pada Senin malam setelah penangkapan Hamzah.

Korban tewas akibat pertempuran diumumkan pada Rabu oleh otoritas kesehatan Tripoli, yang juga mengatakan 146 orang terluka.

Maskapai yang pada Selasa berhenti menggunakan bandara Mitiga, tempat beberapa pertempuran terburuk terjadi, melanjutkan penerbangan pada Rabu, kata mereka.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang diumumkan oleh para tetua, polisi dan aparat keamanan lainnya yang tetap netral dalam bentrokan bergerak ke daerah di mana pertempuran terjadi.

Peperangan besar di Libya telah dihentikan sejak gencatan senjata pada 2020 antara pihak-pihak utama di sisi timur dan barat. Tetapi faksi-faksi yang bersaing masih menguasai sebagian besar wilayah dan solusi abadi untuk konflik yang telah berkecamuk sejak pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 masih jauh dari kenyataan.

Baca Juga  KPAI Awasi Ponpes Al Zaytun, Penuhi Hak Dasar Anak : Okezone Nasional

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *