Finalis Miss World Meninggal Kena Kanker Serviks, Kenali Yuk Cara Mencegahnya! : Okezone health

KABAR duka datang dari salah satu mantan finalis Miss World 2015, Sherika De Armas yang mewakili Uruguay. Wanita 26 tahun ini meninggal dunia pada Minggu lalu (15/10/2023) waktu setempat karena berjuang melawan kanker serviks.

Dilansir dari NY Post, Senin (16/10/2023), teman dan keluarga pun memberi penghormatan emosional pada ratu kecantikan itu. “Terbang tinggi, saudaraku. Selalu dan selamanya,” kata kakaknya, Mayk’ De Armas, di media sosial.

 

Sherika De Armas ikut Miss World 2015, namun ia tidak masuk 30 besar. Tapi ia mendapat sorotan dunia karena di momen itu Sherika masih sangat muda, yakni berusia 18 tahun.

 BACA JUGA:

Semasa hidupnya, Sherika pernah bercerita menjadi Miss Uruguay adalah salah satu mimpinya, hingga puncaknya ikut Miss World. Dia pun tertarik dengan dunia model dan fashion. Namun takdir berkata lain kanker serviks merenggut nyawanya.

Kanker serviks sendiri disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari perilaku seksual, riwayat kehamilan, genetik, pil KB, merokok, dan gaya hidup tidak sehat.

Sementara itu, untuk gejalanya sendiri penyakit kanker serviks sangat samar, bahkan pada gejala awal tidak ada sama sekali. Hal itu membuat banyak wanita yang lalai tentang gejala serviks dan baru mengetahui ketika sudah tahap yang lebih parah.

Namun setiap wanita harus rutin memeriksakan diri ketika sudah ada gejala pendarahan atau flek di vagina, periode menstruasi yang lebih berat, dan pendarahan saat hubungan seksual.

 BACA JUGA:

Lantas bisakah kanker serviks dicegah?

Jawabannya bisa. Centers fot Disease Control and Prevention memiliki beberapa tips untuk membantu mencegah kanker serviks,

1. Vaksin Virus Papiloma Manusia (HPV)

Salah satu cara untuk mencegah kanker serviks adalah dengan rutin melakukan vaksin HPV. Vaksin ini dianjurkan untuk remaja mulai 9 tahun. Vaksin ini bisa untuk semua orang hingga usia 26 tahun.

Baca Juga  Inul Cs Kecewa Kenaikan Pajak Hiburan 40%-75%, Usaha Karaoke-Spa Bisa Tutup hingga PHK : Okezone Economy

Namun bagi seseorang yang berusia di atas 26 tahun dan belum mendapatkan vaksin HPV sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Sebab vaksinasi HPV pada usia di atas 26 tahun ini kurang memberikan manfaat karena semakin banyak orang yang terpapar HPV.

Jika vaksinasi dimulai sebelum usia 15 tahun, direkomendasikan jadwal dua dosis, dengan jarak pemberian dosis 6 hingga 12 bulan. Bagi orang yang memulai rangkaian vaksin setelah ulang tahunnya yang ke 15, vaksin diberikan dalam tiga rangkaian suntikan.

Perlu diingat vaksin HPV ini untuk mencegah infeksi HPV, bukan mengobati infeksi atau penyakit yang sudah ada.

2. Tes skrining

Selanjutnya lakukan dua tes skrining yang dapat membantu menemukan perubahan yang dapat menjadi pra kanker atau kanker serviks.

3. Tes pap smear

Tes pap smear ini dilakukan untuk mencari prakanker, yaitu perubahan sel pada leher rahim yang mungkin menjadi kanker serviks jika tidak ditangani dengan tepat.


Follow Berita Okezone di Google News


4. Hindari merokok

Dilansir dari Mayo Clinic, menurut American Cancer Society, orang yang merokok berisiko tinggi terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Para peneliti percaya bahwa produk tembakau, yang ditemukan dalam lendir serviks perokok, dapat merusak DNA sel serviks, yang dapat berkontribusi pada perkembangan kanker serviks. Merokok juga melemahkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk HPV.

5. Lakukan hubungan seks yang aman

Berhubungan seks pada usia dini meningkatkan risiko HPV. Semakin banyak pasangan seksual yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan Anda tertular HPV. Berhubungan seks dengan pasangan yang memiliki banyak pasangan seks juga meningkatkan risiko kanker serviks.

Baca Juga  Daftar 37 RT dan 15 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir : Okezone Megapolitan

Sebaiknya kurangi risiko kanker serviks dengan mengambil tindakan untuk mencegah HPV dan infeksi menular seksual lainnya dengan membatasi jumlah pasangan seksual dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *